AdvetorialDPRD Kabupaten Kutai Timur

Joni Imbau Hindari Silpa: APBD Perubahan Kutim Harus Terserap Secara Optimal

Kutai Timur – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kutai Timur (Kutim), Joni, menyoroti peningkatan signifikan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan Kutim tahun ini. Menurutnya, kenaikan anggaran tersebut membawa tanggung jawab besar bagi pemerintah daerah, khususnya dinas-dinas terkait, untuk memastikan bahwa penggunaan anggaran berjalan efektif dan tidak menimbulkan Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (Silpa).

“APBD Perubahan Kutim mengalami peningkatan yang cukup besar. Ini berarti tanggung jawab dinas dalam melaksanakan program pembangunan juga semakin besar. Jangan sampai anggaran yang besar ini tidak terserap dengan optimal dan menjadi Silpa,” ungkap Joni saat ditemui di ruang kerjanya.

Joni menambahkan bahwa waktu yang tersedia untuk merealisasikan program-program dari APBD Perubahan hanya tinggal sekitar satu bulan. Dengan waktu yang terbatas ini, ia menekankan perlunya kerja keras, efisiensi, dan strategi yang matang agar seluruh rencana yang telah disusun dapat terlaksana dengan baik sesuai jadwal.

“Hanya tersisa waktu sekitar satu bulan untuk merealisasikan semua program. Ini menuntut kerja keras, efisiensi, dan strategi yang tepat dari setiap dinas,” tegasnya.

Selain itu, Joni juga menekankan pentingnya memastikan bahwa program yang dijalankan benar-benar relevan dengan kebutuhan masyarakat dan memberikan dampak nyata pada peningkatan kesejahteraan mereka. Ia mengingatkan agar tidak terjadi ego sektoral atau tumpang tindih dalam pelaksanaan program di setiap dinas.

“Pastikan program-program yang dijalankan benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan dapat meningkatkan kesejahteraan mereka. Hindari ego sektoral dan tumpang tindih program. Kerja sama yang baik antar dinas akan mempercepat realisasi program dan meningkatkan efektivitas penggunaan anggaran,” jelas Joni.

Joni berharap seluruh dinas di Kutim dapat bekerja dengan maksimal untuk memanfaatkan anggaran yang telah disetujui dengan sebaik-baiknya. Dengan demikian, pembangunan di Kutim dapat berjalan dengan lebih cepat dan memberikan manfaat yang signifikan bagi masyarakat, terutama dalam meningkatkan kualitas hidup mereka.

“Penting bagi setiap dinas untuk mengoptimalkan penggunaan anggaran ini agar bisa dirasakan langsung oleh masyarakat. Pembangunan yang efektif dan tepat sasaran akan membawa dampak positif bagi Kutim,” pungkas Joni. (Adv)

 

Loading

Leave A Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *