Kutai TimurPemerintah

May Day di Kutim: Dari Janji di Panggung hingga Aksi Nyata untuk Pekerja Rentan

Kutai Timur – Hari Buruh Internasional di Kutai Timur tahun ini bukan sekadar peringatan rutin. Di halaman Kantor Bupati Kutim, Kamis (1/5/2025), suasana penuh harap dan semangat terasa sejak pagi.

Di tengah barisan buruh berseragam kerja, tenda putih sederhana, dan lantunan musik penyemangat, satu hal yang menjadi pusat perhatian: komitmen nyata dari pemerintah untuk tak hanya bicara, tapi bertindak.

Bupati Kutim Mahyunadi berdiri di podium bukan dengan naskah sambutan kaku, tapi dengan gaya khasnya yang spontan dan menyentuh realita.

“Kalau masih ada yang harus ke PHI, saya bantu ongkosnya,” katanya, memecah tawa sekaligus memberi sinyal bahwa keberpihakan bukan sekadar slogan.

Tapi bukan hanya itu. Pemkab Kutim menegaskan telah punya ‘senjata hukum’ untuk membela pekerja: Perda Nomor 1 Tahun 2022 tentang Penyelenggaraan Ketenagakerjaan.

Isinya menuntut perusahaan memberi ruang 80 persen bagi tenaga kerja lokal—langkah strategis mengurangi pengangguran dan menumbuhkan kebanggaan daerah.

Yang lebih menarik, perhatian besar juga tertuju pada mereka yang selama ini nyaris tak terdengar: para pekerja rentan. Petani sawit mandiri, pengemudi ojek daring, hingga buruh harian lepas masuk dalam target program perlindungan

ketenagakerjaan berbasis asuransi. Dari target 150 ribu penerima manfaat, 74 ribu telah terdata, dan 18 ribu lainnya akan menyusul tahun ini.

“Jangan cuma nyambung ke KTP, asuransinya harus bisa dipegang,” ucap Mahyunadi, menekankan pentingnya bukti fisik sebagai jaminan rasa aman.

Peringatan May Day ini pun terasa lebih hidup. Bukan hanya soal tuntutan dan janji, tapi soal jembatan yang mulai dibangun antara aspirasi dan realisasi.

Acara ditutup dengan pembagian doorprize dan senyum para buruh yang pulang tidak hanya membawa hadiah, tapi juga sedikit harapan, yakni bahwa tahun-tahun ke depan mungkin akan lebih berpihak pada mereka.

Dan barangkali, di Kutim, May Day bukan lagi hanya milik buruh. Ia milik semua yang percaya bahwa kerja keras seharusnya tak datang sendirian ia harus selalu ditemani oleh perlindungan dan penghargaan. (SH)

Loading

Leave A Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *