AdvetorialKominfo Kutai Timur

Kutim Masih Kekurangan Guru, Pemerataan Tenaga Pendidik di Daerah 3T Belum Optimal

Kutai Timur— Kekurangan guru masih menjadi masalah utama di Kutai Timur (Kutim), terutama di wilayah pelosok dan daerah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T). Kondisi ini membuat pemerataan tenaga pendidik belum optimal dan berdampak pada kualitas pendidikan di daerah tersebut.

Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutim, Irma Yuwinda, menyebut jumlah guru saat ini belum memadai dibanding jumlah siswa, dan distribusinya tidak merata.

“Jumlah dan rasio guru masih perlu ditambah. Persebarannya belum proporsional, jadi pemerataan menjadi prioritas,” ujar Irma (14/11/2015).

Tenaga pendidik di Kutim terdiri dari ASN, termasuk PNS dan PPPK, serta guru honorer yang diangkat oleh kepala sekolah berdasarkan kebutuhan. Namun, keterbatasan formasi PPPK dan minimnya minat pelamar untuk mengajar di daerah 3T membuat posisi guru sulit terpenuhi.

“Formasi terbatas, sehingga sekolah terpaksa mengangkat honorer. Padahal aturan kepegawaian membatasi itu,” jelas Irma.

Menurutnya, guru cenderung memilih mengajar di perkotaan karena fasilitas dan insentif lebih baik, sehingga daerah pelosok semakin kekurangan tenaga pendidik.

“Kami tidak ingin ada sekolah unggulan sementara lainnya tertinggal. Semua sekolah harus menerima layanan pendidikan yang sama,” tegas Irma.

Disdikbud Kutim berupaya meningkatkan kualitas guru melalui pelatihan dan penguatan kompetensi, termasuk pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus. Kebijakan fleksibel dianggap penting untuk menjangkau wilayah terpencil.

“Kami perlu solusi tepat agar sekolah di 3T tidak kesulitan mendapatkan guru,” pungkas Irma.

Kekurangan guru ini menjadi tantangan serius dalam memastikan kualitas pendidikan merata di Kutim.

“Upaya pemerintah daerah saat ini tidak hanya pada rekrutmen, tetapi juga pada distribusi guru dan peningkatan kompetensi,” imbuhnya.

Peningkatan insentif dan fasilitas bagi guru yang bersedia mengajar di daerah 3T menjadi strategi tambahan yang sedang digarap Disdikbud Kutim untuk mendorong pemerataan tenaga pendidik.

Langkah-langkah tersebut diharapkan dapat menutup kesenjangan pendidikan antara perkotaan dan pelosok, sehingga semua siswa di Kutim memiliki akses pendidikan yang adil dan berkualitas.ADV

Loading

Leave A Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *