AdvetorialDPRD Kabupaten Kutai Timur

DPRD Kutim Tekankan Efisiensi Anggaran, Jimmi: Kurangi Perjalanan Dinas, Fokus pada Pelayanan Publik

Kutai Timur — Ketua DPRD Kabupaten Kutai Timur Jimmi, Jimmi, menyoroti hasil evaluasi Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Perubahan Tahun 2025 yang menekankan pentingnya efisiensi pada setiap satuan kerja perangkat daerah.

Salah satu catatan utama yang disampaikan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) adalah pembatasan anggaran perjalanan dinas dan optimalisasi belanja pegawai agar lebih proporsional terhadap kebutuhan pelayanan publik.

“Efisiensi ini bukan berarti memangkas sembarangan, tapi menyesuaikan dengan kebutuhan riil. Misalnya, perjalanan dinas harus dikurangi agar fokusnya tidak lari dari pelayanan masyarakat,” ucap Jimmi kepada awak media.

Menurut Jimmi, banyak dinas yang selama ini masih cenderung mengutamakan pembiayaan administratif ketimbang program lapangan yang berdampak langsung.

“Kami sudah ingatkan, APBD itu bukan hanya untuk rapat, tapi untuk pembangunan nyata. Kalau semua sibuk perjalanan dinas, siapa yang bekerja di lapangan?” tegasnya.

Ia juga menjelaskan bahwa efisiensi kali ini menjadi tindak lanjut dari kebijakan nasional untuk menekan pemborosan birokrasi.

“Kaltim dan Kutim termasuk daerah yang diawasi ketat dalam hal ini. Jadi, semua kepala dinas harus menyesuaikan,” sambungnya.

Dirinya menekankan bahwa DPRD Kutim akan terus mengawal implementasi hasil evaluasi tersebut hingga tuntas.

“Kami akan lihat apakah OPD (organisasi perangkat daerah) benar-benar melakukan perbaikan. Kalau tidak, kita panggil,” ujarnya.

Selain itu, ia juga menyinggung perlunya kesadaran kolektif aparatur daerah untuk menumbuhkan budaya kerja yang lebih efisien dan berorientasi pada hasil.

“Efisiensi bukan sekadar penghematan anggaran, tapi cara berpikir. Kalau bisa hemat waktu, hemat biaya, dan hasilnya tetap bagus, itu baru pemerintahan yang maju,” jelasnya.

Terakhir, pria kelahiran Sangatta itu mengingatkan agar momentum ini tidak berlalu begitu saja.

“Kita sering terjebak rutinitas. Tahun depan harus berubah. Kutim tidak bisa maju kalau masih sibuk dengan hal-hal kecil. Fokus pada pelayanan publik, itu kuncinya,” pungkasnya. (TS/ADV).

Loading

Leave A Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *