AdvetorialKominfo Kutai Timur

Dinsos Kutim Bina Badut Jalanan Agar Mandiri Lewat Pelatihan Keterampilan

Kutai Timur — Dinas Sosial Kabupaten Kutai Timur (Dinsos Kutim) mengambil langkah nyata dalam memberdayakan para badut jalanan dengan memberikan pelatihan khusus yang bertujuan mendorong mereka meninggalkan aktivitas mengemis di jalanan. Program ini dirancang sebagai bagian dari upaya menciptakan kehidupan yang lebih layak dan terarah bagi kelompok masyarakat marjinal, sekaligus mengurangi praktik meminta-minta di ruang publik yang kerap menjadi persoalan sosial.

Melalui program tersebut, para peserta tidak hanya mendapatkan pembinaan, tetapi juga dibekali dengan berbagai keterampilan yang dapat menjadi sumber penghasilan baru. Pelatihan yang diberikan meliputi pengembangan keterampilan praktis yang disesuaikan dengan minat dan kemampuan masing-masing peserta, seperti kerajinan tangan, menjahit, pertukangan ringan, hingga keterampilan membuka usaha berskala mikro. Selain itu, peserta juga menerima pendampingan ekonomi agar proses peralihan ke pekerjaan yang lebih mandiri dapat berjalan secara bertahap dan berkelanjutan.

Kepala Dinas Sosial Kutai Timur, Ernata Hadi Sujito, menegaskan bahwa pendekatan yang dilakukan pihaknya bukan semata-mata penertiban, melainkan fokus pada pemberdayaan.

“Kami tidak sekedar menertibkan mereka, tapi juga membekali mereka dengan keterampilan agar bisa memiliki penghasilan tetap,” ujarnya.

Tak hanya keterampilan teknis, para peserta juga dibekali dengan pemahaman dasar mengenai pengelolaan keuangan, mulai dari cara mengatur pendapatan hingga menabung dan merencanakan kebutuhan usaha ke depan.

“Selain itu, peserta dibekali pengetahuan manajemen keuangan sederhana agar hasil kerja dapat dikelola dengan baik,” tegasnya.

Pelaksanaan program ini turut melibatkan berbagai lembaga dan mitra pelatihan agar proses pemberdayaan dapat berjalan lebih optimal. Pendampingan dilakukan secara berkesinambungan untuk memastikan bahwa keterampilan yang diperoleh tidak hanya berhenti di ruang pelatihan, tetapi benar-benar bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Tujuan kami adalah membangun kemandirian ekonomi mereka, sehingga mereka tidak lagi kembali ke jalanan untuk mengemis,” tambah Ernata.

Di samping itu, para peserta juga didorong untuk kembali terhubung dengan lingkungan sosial mereka di desa dan kecamatan masing-masing. Dengan memanfaatkan jaringan keluarga dan masyarakat sekitar, diharapkan akan lebih banyak peluang kerja dan usaha yang bisa diakses.

“Hal ini diharapkan membuka peluang usaha atau pekerjaan serta memperkuat dukungan sosial dari keluarga dan masyarakat sekitar,” tutupnya.

Program pelatihan bagi badut jalanan ini menjadi wujud nyata komitmen Dinsos Kutai Timur dalam membangun lingkungan yang lebih tertib, aman, dan produktif, sekaligus memberikan kesempatan kedua bagi kelompok rentan agar dapat hidup secara lebih mandiri dan bermartabat. ADV

Loading

Leave A Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *