Kutai Timur – Di saat kecamatan lain terus dikejar dengan proyek pembangunan, Sandaran justru seperti berada di garis waktu yang berbeda.
Dua desanya, yaitu Tanjung Mangkalihat dan Sandaran masih terputus, seolah terpisah dari peta pembangunan yang selama ini digembar-gemborkan pemerintah daerah (pemda).
Anggota Komisi D DPRD Kabupaten Kutai Timur (Kutim), Akhmad Sulaeman, membuka kenyataan ini dengan nada prihatin. Ia menuturkan bahwa untuk mencapai dua desa tersebut, warga terpaksa menempuh jalur tak lazim, yaitu melewati Kabupaten Berau.
Bukan karena pilihan, tetapi karena tak ada akses darat dari kutim sendiri yang menghubungkan kedua desa itu.
“Kami mau ke dua desa di Tanjung Mangkaliat dan Desa Sandaran itu harus melewati Kabupaten Berau,” ujar Sulaeman kepada awak media, menegaskan ironi yang sejak lama dikeluhkan masyarakat.
Kondisi terisolasi itu tidak berhenti di soal jalan. Sulaeman menekankan bahwa yang lebih menyulitkan adalah absennya sinyal komunikasi di sebagian besar wilayah Sandaran.
“Yang enggak ada konektivitas sinyal. Dari konektivitas terputus betul-betul,” jelasnya.
Akibatnya, aktivitas warga berlangsung dalam serba keterbatasan. Layanan pendidikan sulit bergerak, tenaga kesehatan kesulitan berkoordinasi, hingga urusan pemerintahan terhambat karena tidak adanya jaringan komunikasi yang stabil.
Sebagai wakil rakyat dari Dapil 5, Sulaeman menyebut ketertinggalan Sandaran sudah melebar jauh dibanding kecamatan lain seperti Sangatta yang menikmati berbagai fasilitas modern.
Mulai dari infrastruktur dasar, pelayanan publik, hingga sarana umum, hampir semuanya tertinggal.
Ia meminta agar pemerintah daerah benar-benar memusatkan perhatian pada Sandaran, bukan sekadar mengulang janji tahunan.
Baginya, membangun Sandaran berarti mengembalikan hak-hak warga sebagai bagian dari Kutai Timur.
“Kami mengejar karena memang sangat tertinggal,” tegasnya.
Dengan adanya rencana kontrak tahun jamak (Multiyears Contract/MYC) yang mencakup wilayah Sandaran, ia mengingatkan agar komitmen tersebut tetap dipertahankan dalam pembahasan anggaran.
Baginya, Sandaran layak mendapatkan prioritas, agar keterpencilan yang berlangsung bertahun-tahun itu tidak terus menjadi kenyataan yang diterima begitu saja.(ADV/TS)
![]()







