AdvetorialDPRD Kabupaten Kutai Timur

Telen Terbelah oleh Sungai, Jalan Berlumpur, dan Akses Tertutup, Aidil Fitri: Ini Kondisi yang Tidak Boleh Kami Biarkan Lagi

Kutai Timur — Kecamatan Telen kembali menjadi contoh nyata bagaimana wilayah penghasil sumber daya manusia (SDM) dan sumber daya dalam (SDM) masih tertinggal dalam hal infrastruktur dasar.

Anggota Komisi A DPRD Kabupaten Kutai Timur (Kutim), Aidil Fitri, menyampaikan gambaran menyedihkan tentang kondisi wilayah yang hingga kini terbelah oleh sungai-sungai besar dan terhambat oleh akses jalan yang rusak parah.

Menurut Aidil, persoalan Telen bukan sekadar soal jarak. Struktur geografisnya membuat desa-desa berdiri terpisah di empat daratan berbeda.

“Semua desanya itu enggak ngumpul dan terpisahkan oleh sungai,” ujar Aidil kepada awak media.

Ia menjelaskan, Jalan Simpang Batu Redi berada satu daratan dengan Juk Ayak, sementara Marah Haloq terhubung dengan Rantau Panjang. Sedangkan Long Melah, Long Segar, Kernyanyan, dan Long Noran terletak di daratan lain yang semuanya dipisahkan dua sungai besar. Akibatnya, hubungan antardesa berlangsung lambat dan penuh risiko.

“Untuk dapil 4 yang agak memperhatikan itu di Kecamatan Telen,” tegasnya.

Selain keterpisahan daratan, dirinya menyoroti betapa memprihatinkannya akses ke fasilitas pendidikan.

Ia menggambarkan bagaimana anak-anak sekolah harus melepas sepatu mereka ketika musim hujan, karena jalan berlumpur tidak memungkinkan mereka berjalan dengan layak.

“Masa kita masuk sekolah masih lumpur. Sampai ngelepas sepatu,” keluhnya.

Ia menambahkan bahwa kondisi bangunan sekolah sebenarnya sudah cukup baik. Namun tanpa akses jalan yang memadai, kualitas pendidikan tetap tidak akan optimal.

Oleh Karena itu, dirinya menekankan bahwa pembangunan akses harus didahulukan sebelum penambahan atau renovasi bangunan.

“Akses jalan itu harus diutamakan,” ucapnya.

Harapan muncul lewat rencana pembangunan jembatan dan jalan penghubung melalui skema kontrak tahun jamak (Multiyears Contract/MYC) 2026–2028.

Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu menilai proyek ini bisa menjadi solusi terbesar untuk memutus rantai keterisolasian Telen yang sudah berlangsung bertahun-tahun.

“Mudah-mudahan 2027 bisa nyambung semua,” pungkas pria dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu.(ADV/TS)

Loading

Leave A Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *