Kutai Timur – Bupati Kabupaten Kutai Timur (Kutim), Ardiansyah Sulaiman, mengajak para mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian (STIPER) Sangatta untuk mengambil peran aktif dalam mempersiapkan regenerasi petani, sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan di daerah.
Menurut Ardiansyah, pembangunan sektor pertanian tidak dapat hanya bertumpu pada kebijakan yang dirumuskan pemerintah semata, melainkan juga membutuhkan kehadiran sumber daya manusia (SDM) muda yang siap dan mampu mengembangkan berbagai potensi yang dimiliki daerah.
Ia menilai, momentum kegiatan pengabdian masyarakat yang akan dijalani para mahasiswa merupakan kesempatan berharga untuk mengenal lebih dekat kehidupan sehari-hari para petani, sekaligus memahami secara langsung berbagai tantangan yang dihadapi sektor pertanian di lapangan. Dengan bekal ilmu pengetahuan yang telah diperoleh selama menempuh pendidikan di bangku kuliah, mahasiswa diharapkan mampu menghadirkan berbagai ide dan inovasi yang dapat membantu meningkatkan produktivitas sekaligus kesejahteraan masyarakat, khususnya para petani.
Ardiansyah juga menjelaskan bahwa sektor pertanian saat ini memiliki prospek yang semakin menjanjikan ke depannya. Seiring dengan meningkatnya perhatian pemerintah terhadap isu ketahanan pangan nasional, kebutuhan akan tenaga-tenaga muda yang memiliki kompetensi di bidang pertanian, kehutanan, kelautan, maupun perikanan dipastikan akan terus mengalami peningkatan.
Selain itu, ia turut mengajak para mahasiswa untuk berperan sebagai penyambung informasi kepada masyarakat luas mengenai berbagai peluang pendidikan yang tersedia di STIPER. Menurutnya, semakin banyak generasi muda yang memilih untuk menekuni bidang pertanian, maka semakin besar pula peluang bagi Kutai Timur untuk memiliki sumber daya manusia yang mampu mengelola potensi daerah secara berkelanjutan di masa mendatang.
“Saudara bisa menjadi corong di masyarakat. Sampaikan kepada masyarakat, sampaikan kepada anak-anak SMA bahwa STIPER memiliki banyak peluang. Kita membutuhkan lebih banyak generasi muda yang terjun di sektor pertanian,” ujar Ardiansyah saat membuka Pembekalan Santiaji Kuliah Kerja Nyata Angkatan XXII STIPER Sangatta di Aula STIPER, Jalan Soekarno Hatta, kawasan GOR Kudungga, Selasa (21/7/2026).
Pria kelahiran tahun 1964 tersebut menyatakan optimismenya bahwa para mahasiswa STIPER dapat menjadi bagian penting dalam upaya mewujudkan Kutai Timur yang tangguh, mandiri, dan berdaya saing, khususnya melalui penguatan sektor pertanian sebagai salah satu tumpuan pembangunan daerah.
Ia berharap, semangat pengabdian yang ditanamkan tersebut tidak hanya berhenti selama masa KKN berlangsung di Kecamatan Kaubun, melainkan dapat terus berlanjut kelak ketika para mahasiswa telah menyelesaikan pendidikan mereka dan kembali mengabdi di tengah-tengah masyarakat, baik di Kutai Timur maupun di daerah asal masing-masing.
Lebih lanjut, melalui sinergi dan kolaborasi yang terjalin antara pemerintah daerah (pemda), pihak perguruan tinggi, serta masyarakat, Ardiansyah meyakini bahwa upaya regenerasi petani akan menjadi fondasi yang sangat penting dalam menjaga keberlanjutan pembangunan di sektor pertanian, sekaligus turut memperkuat ketahanan pangan di wilayah Kabupaten Kutai Timur.
Ardiansyah menegaskan, keberadaan generasi muda yang memiliki kompetensi dan kepedulian terhadap sektor pertanian akan menjadi modal berharga bagi daerah dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan di masa depan, khususnya yang berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat secara berkelanjutan. (DZ/ADV)
![]()







