Kutai Timur – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui penerapan program wajib belajar selama 13 tahun yang dimulai sejak jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Kebijakan tersebut diharapkan menjadi fondasi dalam membentuk generasi yang memiliki karakter kuat, kesiapan belajar, serta kemampuan menghadapi tantangan pembangunan pada masa mendatang.
Komitmen itu disampaikan Bupati Kutai Timur, Ardiansyah Sulaiman, saat membuka Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2026 tingkat Kecamatan Sangatta Utara yang berlangsung di halaman Kantor Kecamatan Sangatta Utara, Kamis (23/7/2026). Dalam kesempatan tersebut, Ardiansyah menekankan bahwa proses pendidikan sebaiknya dimulai sejak usia dini karena masa tersebut merupakan periode penting dalam pembentukan karakter, kemampuan bersosialisasi, dan kesiapan anak memasuki jenjang pendidikan berikutnya.
Ia mengatakan, “Saat ini Kutim sudah mewajibkan wajib belajar 13 tahun. Maka mulai PAUD anak-anak kita wajib bersekolah, tetapi tetap dalam konsep yang menyenangkan, nyaman, dan tidak memberikan suasana yang membuat anak tertekan.” Menurutnya, kegiatan belajar pada jenjang PAUD harus berlangsung dalam lingkungan yang aman dan menyenangkan agar perkembangan anak dapat berjalan secara optimal.
Ardiansyah juga menjelaskan bahwa pemerintah daerah terus berupaya memperluas akses layanan PAUD hingga menjangkau seluruh desa di Kabupaten Kutai Timur. Langkah tersebut dilakukan agar setiap anak memperoleh kesempatan yang sama untuk mengikuti pendidikan sejak usia dini. Selain itu, ia menyebutkan bahwa sertifikat PAUD menjadi salah satu persyaratan bagi anak yang akan melanjutkan pendidikan ke sekolah dasar sebagai bagian dari upaya memastikan kesiapan mereka memasuki jenjang pendidikan berikutnya.
Pada kesempatan yang sama, Bunda PAUD Kutai Timur, Siti Robiah, menilai keterlibatan orang tua menjadi faktor utama dalam mendukung keberhasilan program wajib belajar 13 tahun. Menurutnya, pendidikan di PAUD tidak hanya mengenalkan anak pada lingkungan sekolah, tetapi juga membantu membentuk karakter, mental, dan kebiasaan positif sejak dini. Ia menyampaikan, “Kalau anak-anak disekolahkan mulai dari TK, insyaallah mentalnya terbentuk dan juga karakter baiknya terbentuk sehingga dia akan siap menghadapi pendidikan yang sesungguhnya.”
Sementara itu, Camat Sangatta Utara yang juga menjabat sebagai Bunda PAUD Sangatta Utara, Hasdiah Dohi, menjelaskan bahwa peringatan Hari Anak Nasional 2026 diikuti sekitar 4.000 peserta dari 47 satuan pendidikan yang terdiri atas taman kanak-kanak (TK), Kelompok Bermain (KB), dan Satuan PAUD Sejenis (SPS). Tingginya jumlah peserta tersebut menunjukkan semakin meningkatnya kepedulian masyarakat terhadap pentingnya pendidikan anak usia dini. Melalui penguatan program wajib belajar 13 tahun, Pemkab Kutai Timur berharap seluruh anak memperoleh layanan pendidikan yang berkualitas sejak dini sehingga tumbuh menjadi generasi yang sehat, berkarakter, dan memiliki daya saing. (CV/ADV)
![]()







