Kutai Timur – Kemajuan teknologi digital memberikan banyak kemudahan bagi masyarakat, termasuk dalam mendukung proses belajar dan memperluas akses terhadap berbagai informasi. Namun, di balik manfaat tersebut, penggunaan gawai yang tidak terkendali juga dapat memengaruhi tumbuh kembang anak. Karena itu, Bupati Kutai Timur, Ardiansyah Sulaiman, mengimbau para orang tua untuk lebih aktif mendampingi dan mengawasi penggunaan perangkat digital agar memberikan manfaat tanpa menimbulkan dampak negatif.
Pesan tersebut disampaikan Ardiansyah usai menghadiri peluncuran Program Pelayanan Terpadu dan Serentak Tuntaskan Stunting (Pentas Kutim) yang dirangkaikan dengan peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 di Gedung Serba Guna (GSG), Minggu (26/7/2026). Menurutnya, perkembangan teknologi merupakan sesuatu yang tidak dapat dihindari sehingga diperlukan peran keluarga untuk memastikan anak mampu memanfaatkan teknologi secara tepat.
Ardiansyah juga menyoroti perhatian pemerintah pusat terhadap perlindungan anak di ruang digital. Berbagai kebijakan telah diperkuat, termasuk melalui Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak (PP TUNAS) beserta aturan turunannya. Kebijakan tersebut mengatur pembatasan akses bagi anak di bawah usia 16 tahun terhadap platform digital yang berisiko tinggi, sekaligus mendorong keterlibatan orang tua dalam mendampingi penggunaan teknologi.
Menurutnya, pengenalan teknologi kepada anak perlu dilakukan sesuai dengan usia dan kebutuhannya. Meski perangkat digital dapat dimanfaatkan sebagai sarana belajar dan mencari informasi, penggunaannya tetap memerlukan batasan agar anak tidak menghabiskan terlalu banyak waktu di depan layar dan tetap memiliki kesempatan untuk beraktivitas di dunia nyata.
“Peran orang tua sangat penting dalam mengawasi penggunaan gawai. Teknologi memang dibutuhkan, tetapi jangan sampai membuat anak kehilangan waktu belajar, bermain, berinteraksi, maupun beraktivitas di lingkungan sekitarnya,” ucap Ardiansyah saat diwawancarai.
Ia menegaskan bahwa pengawasan terhadap penggunaan gawai bukan berarti membatasi anak secara berlebihan atau melarang mereka mengenal teknologi. Sebaliknya, orang tua diharapkan dapat mengarahkan anak agar memanfaatkan perangkat digital untuk kegiatan yang memberikan nilai positif, seperti mendukung proses belajar, menambah wawasan, maupun mengembangkan kreativitas sesuai usia.
Selain itu, Ardiansyah mengingatkan pentingnya menjaga interaksi langsung antara orang tua dan anak. Komunikasi yang hangat dalam keluarga dinilai memiliki peran besar dalam membentuk karakter, meningkatkan rasa percaya diri, serta membantu anak mengembangkan kemampuan bersosialisasi di lingkungan sekitarnya.
Menurutnya, pembangunan sumber daya manusia tidak hanya ditentukan oleh kondisi kesehatan, tetapi juga dipengaruhi pembentukan karakter dan kesiapan anak menghadapi perkembangan teknologi. Oleh karena itu, keluarga diharapkan menjadi garda terdepan dalam mendampingi proses tumbuh kembang anak. Melalui keseimbangan antara pemanfaatan teknologi, pola pengasuhan yang baik, serta perhatian terhadap kesehatan dan pendidikan, diharapkan lahir generasi Kutai Timur yang sehat, cerdas, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan pada masa depan. (ADV/DW)
![]()







