Kutai Timur – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) mulai mempersiapkan pelaksanaan Program Pelayanan Terpadu dan Serentak Tuntaskan Stunting (Pentas Kutim) di seluruh wilayah setelah program tersebut resmi diluncurkan. Tahapan implementasi akan dilakukan secara bertahap agar setiap mekanisme pelayanan, pemantauan, hingga pelaporan dapat diterapkan sesuai standar yang telah ditetapkan.
Kepala Dinas Kesehatan Kutim, Yuwana Sri Purnawiati, menegaskan bahwa peluncuran Pentas Kutim merupakan langkah awal dari rangkaian program percepatan penurunan stunting yang akan dijalankan pemerintah daerah. Menurutnya, fokus selanjutnya adalah memastikan seluruh tahapan pelaksanaan dapat berlangsung secara optimal di lapangan.
“Mulai Agustus kita akan menjalankan implementasinya. Semua yang telah disiapkan, baik pelibatan Posyandu (Pos Pelayanan Terpadu), PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini), TK (Taman Kanak-Kanak), RA (Raudatul Athfal) maupun fasilitas pelayanan kesehatan akan mulai berjalan secara bertahap sesuai mekanisme yang telah ditetapkan,” ujar Yuwana usai peluncuran Pentas Kutim di Gedung Serba Guna (GSG), Minggu (26/7/2026).
Ia menjelaskan, tahap awal pelaksanaan akan difokuskan pada penyamaan pemahaman seluruh pihak yang terlibat, mulai dari tenaga kesehatan, kader Posyandu, hingga mitra pendukung program. Langkah tersebut dinilai penting agar penerapan Pentas Kutim memiliki standar pelayanan yang seragam di seluruh wilayah Kabupaten Kutai Timur.
Selain pelaksanaan di lapangan, Dinkes juga akan melakukan pemantauan dan evaluasi secara berkala terhadap jalannya program. Evaluasi tersebut bertujuan mengukur efektivitas implementasi sekaligus mengidentifikasi berbagai kendala yang muncul sehingga dapat segera dilakukan penyempurnaan.
Yuwana menambahkan, penerapan Pentas Kutim tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan cakupan pemantauan balita, tetapi juga memperkuat koordinasi lintas sektor, mengoptimalkan pemanfaatan data, serta mempercepat pemberian intervensi kepada anak yang berisiko mengalami stunting.
Melalui pelaksanaan yang dilakukan secara bertahap dan disertai evaluasi berkelanjutan, Dinas Kesehatan Kutai Timur berharap seluruh pihak dapat menjalankan perannya dengan baik. Program Pentas Kutim pun diharapkan mampu menjadi inovasi daerah yang memberikan kontribusi nyata dalam mempercepat penurunan stunting sekaligus meningkatkan kualitas kesehatan ibu dan anak di Kabupaten Kutai Timur. (CV/ADV)
![]()







