AdvetorialPemerintah Kutai Timur

Kepala Dinkes Yuwana: Pentas Kutim Manfaatkan Sistem Digital untuk Percepat Deteksi Anak Berisiko Stunting

Kutai Timur – Pemanfaatan teknologi menjadi salah satu bagian penting dalam inovasi yang dihadirkan melalui program Pelayanan Terpadu dan Serentak Tuntaskan Stunting (Pentas Kutim). Melalui sistem pencatatan berbasis digital, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kutai Timur berupaya memastikan data pertumbuhan anak dapat dipantau secara lebih cepat, akurat, dan dapat dijadikan dasar dalam menentukan langkah intervensi terhadap balita yang teridentifikasi berisiko mengalami stunting.

Kepala Dinkes Kutai Timur, Yuwana Sri Purnawiati, mengatakan bahwa penguatan sistem informasi menjadi bagian dari strategi Pentas Kutim, agar pemerintah dapat mengetahui kondisi anak secara lebih detail, termasuk mengetahui lokasi dan wilayah mana saja yang membutuhkan perhatian lebih serius.

Menurutnya, selama ini salah satu tantangan dalam upaya penanganan stunting adalah memastikan data pertumbuhan anak dapat terkumpul secara tepat dan menyeluruh. Melalui pemanfaatan teknologi informasi, ia menjelaskan bahwa hasil pemantauan yang dilakukan oleh kader, tenaga kesehatan, maupun berbagai fasilitas pelayanan kesehatan nantinya dapat tersimpan dan dipantau secara berkelanjutan dalam satu sistem terpadu.

“Data itu nanti bisa dipantau melalui aplikasi Dinas Kesehatan secara real time. Jadi kita bisa melihat, ternyata ada anak yang berisiko stunting berada di kecamatan mana, sehingga segera dilakukan intervensi dan penanganan,” jelas Yuwana dalam sambutannya di Gedung Serba Guna (GSG), Minggu (26/7/2026).

Ia menerangkan, sistem tersebut nantinya akan mendukung pelaksanaan pemantauan pertumbuhan anak melalui tiga klaster yang telah dirancang dalam Pentas Kutim, yakni klaster satuan pendidikan, klaster Posyandu, serta klaster fasilitas pelayanan kesehatan. Setiap hasil pengukuran anak dari ketiga klaster tersebut akan menjadi bagian dari basis data terpadu yang membantu pemerintah dalam menyusun langkah-langkah lanjutan secara lebih terarah.

Selain memperkuat akurasi data yang dikumpulkan, Yuwana menjelaskan bahwa digitalisasi ini juga diharapkan mampu mengurangi potensi keterlambatan dalam proses penanganan. Anak-anak yang menunjukkan tanda-tanda risiko gangguan pertumbuhan diharapkan dapat segera memperoleh pendampingan, baik melalui pemberian makanan tambahan, pemeriksaan kesehatan lanjutan, maupun bentuk intervensi lain sesuai dengan kebutuhan masing-masing anak.

Ia menegaskan, keberhasilan dalam penanganan stunting tidak semata-mata ditentukan oleh banyaknya program yang dilaksanakan oleh pemerintah, tetapi juga sangat bergantung pada kemampuan pemerintah dalam membaca kondisi yang terjadi di lapangan secara cepat dan tepat, sehingga intervensi yang diberikan benar-benar sesuai dengan kebutuhan.

Yuwana menambahkan, keberadaan sistem digital ini juga akan mempermudah koordinasi antarinstansi yang terlibat dalam program Pentas Kutim, sehingga data yang dihasilkan dapat diakses dan dimanfaatkan secara bersama-sama oleh berbagai pihak terkait, tanpa harus melalui proses pelaporan manual yang memakan waktu lebih lama.

Melalui Pentas Kutim, Dinkes Kutai Timur berharap sistem berbasis teknologi tersebut dapat memperkuat koordinasi antarinstansi, sekaligus mendukung terwujudnya generasi Kutai Timur yang sehat, tumbuh optimal, dan memiliki kualitas sumber daya manusia (SDM) yang mampu bersaing di masa mendatang. (DZ/ADV)

Loading

Leave A Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *