AdvetorialPemerintah Kutai Timur

Bupati Ardiansyah Minta FPK Perkuat Peran dalam Menjaga Persatuan di Kutai Timur

Kutai Timur – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) mendorong Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) agar semakin aktif mengambil peran dalam menjaga persatuan dan menciptakan suasana yang aman di tengah keberagaman masyarakat. Setelah pembentukan kepengurusan FPK di seluruh kecamatan rampung, pemerintah berharap forum tersebut mampu menjalankan fungsinya secara optimal hingga tingkat wilayah.

Hal tersebut disampaikan Bupati Kutai Timur, Ardiansyah Sulaiman, saat membuka Sarasehan Kebangsaan dan Rapat Koordinasi Forum Pembauran Kebangsaan se-Kabupaten Kutai Timur yang diselenggarakan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kutim di Hotel Royal Victoria, Senin (27/7/2026).

Menurut Ardiansyah, kegiatan tersebut menjadi momentum penting karena untuk pertama kalinya seluruh pengurus FPK dari 18 kecamatan berkumpul setelah proses pembentukan organisasi selesai dilaksanakan pada tahun 2026. Kesempatan itu dimanfaatkan untuk menyamakan persepsi mengenai tugas, fungsi, serta tanggung jawab FPK dalam memperkuat persatuan di tengah masyarakat yang majemuk.

“Selama FPK ada, ini adalah kegiatan pertama yang dilakukan oleh FPK Kutim. Salah satu yang mereka tuntaskan adalah bahwa di 2026 ini semua FPK di kecamatan sudah tuntas semua. Ini merupakan sarasehan yang sangat ditunggu-tunggu untuk dilakukan oleh semua FPK yang ada di kecamatan,” ujar Ardiansyah.

Ia menjelaskan, sarasehan tersebut tidak hanya menjadi forum koordinasi, tetapi juga menjadi wadah peningkatan kapasitas bagi para pengurus. Untuk memperkaya pemahaman peserta, Pemkab Kutim menghadirkan sejumlah narasumber dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Densus 88, serta Ketua FPK Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) yang memberikan materi mengenai penguatan kebangsaan dan peran FPK dalam menjaga stabilitas daerah.

“Ini agenda yang sangat penting, sangat urgen dalam rangka kita memberikan satu pemahaman bagaimana kerja dan kinerja daripada Forum Pembauran Kebangsaan. Alhamdulillah juga kita menghadirkan beberapa narasumber dari kementerian, dari Densus, dan juga dari Ketua FPK Provinsi Kaltim,” tuturnya.

Melalui kegiatan tersebut, Ardiansyah berharap seluruh pengurus FPK dapat mengimplementasikan pengetahuan yang diperoleh selama sarasehan di wilayah masing-masing. Dengan demikian, FPK diharapkan mampu menjadi garda terdepan dalam memperkuat persatuan, menjaga kerukunan, serta mempertahankan situasi yang aman dan kondusif di Kabupaten Kutai Timur. (CV/ADV)

Loading

Leave A Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *