Kutai Timur – Bupati Kutai Timur (Kutim), Ardiansyah Sulaiman, menyampaikan rasa syukurnya atas kondisi kehidupan masyarakat yang hingga kini tetap harmonis meskipun dihuni oleh berbagai suku, budaya, dan latar belakang yang berbeda. Menurutnya, keberagaman yang dimiliki Kutim merupakan aset berharga yang harus terus dijaga melalui semangat persatuan dan saling menghormati.
Pernyataan tersebut disampaikan Ardiansyah setelah membuka Sarasehan Kebangsaan dan Rapat Koordinasi Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) se-Kabupaten Kutai Timur yang diselenggarakan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kutim di Hotel Royal Victoria, Senin (27/7/2026).
Ia menilai situasi yang aman dan kondusif selama ini menjadi modal penting dalam mendukung pelaksanaan pembangunan di berbagai sektor. Oleh karena itu, seluruh elemen masyarakat, termasuk pengurus FPK di setiap kecamatan, diharapkan terus menjaga kebersamaan agar potensi konflik sosial tidak berkembang di tengah kehidupan masyarakat yang majemuk.
“Kita bersyukur di Kutim hingga saat ini belum pernah kita dengar, belum pernah kita rasakan, dan semoga tidak akan terjadi gesekan-gesekan itu. Meskipun angin sepoi-sepoi, angin kencang ada, tetapi tidak sampai kepada gesekan yang mencoba mencabik-cabik kebersamaan itu. Alhamdulillah tidak ada,” ujar Ardiansyah.
Menurutnya, hingga saat ini pemerintah daerah juga belum menerima laporan mengenai konflik antarsuku yang mengganggu stabilitas maupun ketenteraman masyarakat. Kondisi tersebut, kata dia, perlu dipertahankan melalui kolaborasi seluruh pihak agar suasana damai tetap menjadi ciri khas Kabupaten Kutai Timur.
Ardiansyah menjelaskan bahwa Forum Pembauran Kebangsaan memiliki peran penting dalam mempererat komunikasi antarkelompok masyarakat sekaligus menumbuhkan semangat kebangsaan di tengah keberagaman. Melalui forum tersebut, berbagai persoalan yang berpotensi menimbulkan gesekan diharapkan dapat diselesaikan lebih awal dengan mengedepankan dialog dan musyawarah.
Ia berharap nilai-nilai persatuan yang selama ini terpelihara dapat terus diwariskan kepada masyarakat di seluruh wilayah Kutai Timur. Selain itu, pengurus FPK juga diminta aktif menjalankan tugasnya sebagai perekat hubungan antarmasyarakat sehingga stabilitas daerah tetap terjaga dan mampu mendukung keberlanjutan pembangunan. (CV/ADV)
![]()







