Kutai Timur – Bupati Kutai Timur (Kutim), Ardiansyah Sulaiman, menegaskan bahwa kebijakan efisiensi anggaran tidak boleh menjadi penghambat pelaksanaan bimbingan teknis (Bimtek) yang benar-benar memberikan manfaat bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM). Menurutnya, kegiatan tersebut tetap perlu dilaksanakan selama memiliki tujuan yang jelas dan berorientasi pada penguatan kemampuan peserta.
Ardiansyah menilai Bimtek seharusnya tidak hanya menjadi agenda formal atau kegiatan seremonial. Sebaliknya, pelaksanaan Bimtek harus mampu membekali peserta dengan pengetahuan dan keterampilan teknis yang dapat diterapkan dalam menjalankan tugas maupun tanggung jawab di lapangan.
“Bimtek itu perjumpaan dengan bimbingan teknis yang memang dibutuhkan. Yang sering saya sampaikan, kalau Bimtek itu panitianya 50, pesertanya 10, itu yang keliru. Tapi kalau Bimtek panitianya lima, pesertanya 50 dan memang itu teknis, silakan, karena memang untuk meningkatkan kemampuan teknis,” ujar Ardiansyah saat menanggapi pelaksanaan Bimtek di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kutai Timur.
Ia menjelaskan bahwa ukuran keberhasilan sebuah Bimtek bukan terletak pada besarnya penyelenggaraan, melainkan pada manfaat yang diterima peserta. Oleh sebab itu, setiap kegiatan peningkatan kapasitas harus dirancang secara efektif dengan lebih mengutamakan substansi dibanding aspek administratif.
Sebagai contoh, Ardiansyah menyebut Sarasehan Kebangsaan dan Rapat Koordinasi Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) se-Kabupaten Kutai Timur yang diselenggarakan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kutim merupakan salah satu bentuk Bimtek karena bertujuan memberikan pemahaman kepada para pengurus FPK mengenai tugas dan fungsi mereka di wilayah masing-masing.
“Ini termasuk Bimtek sebenarnya, karena untuk memahamkan kepada para pengurus FPK di kecamatan apa yang harus mereka kerjakan,” tuturnya.
Ia berharap seluruh program peningkatan kapasitas yang dilaksanakan pemerintah benar-benar mampu menghasilkan aparatur maupun masyarakat yang memiliki kompetensi lebih baik. Dengan bekal pengetahuan dan keterampilan yang memadai, peserta diharapkan dapat menjalankan tugas secara profesional serta memberikan kontribusi positif dalam meningkatkan pelayanan publik dan mendukung pembangunan daerah. (CV/ADV)
![]()







