AdvetorialPemerintah Kutai Timur

Wabup Kutim: Bidan Diharapkan Jadi Agen Perubahan Cegah Pernikahan Usia Anak

Kutai Timur — Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) mendorong para bidan untuk semakin aktif memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai kesehatan reproduksi, keluarga berencana, serta pencegahan pernikahan usia anak. Langkah tersebut dinilai menjadi bagian penting dalam membangun keluarga yang sehat sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia di masa depan.

Menurut Wakil Bupati Kutim, Mahyunadi, tugas bidan tidak hanya memberikan pelayanan kebidanan, tetapi juga menjadi pendamping keluarga melalui penyuluhan dan edukasi yang berkelanjutan. Peran tersebut dinilai sangat strategis dalam membangun kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesehatan reproduksi dan perencanaan keluarga.

“Saya juga mengajak seluruh bidan untuk terus memperkuat edukasi mengenai kesehatan reproduksi, keluarga berencana, pencegahan pernikahan usia anak, serta pentingnya perencanaan kehidupan berkeluarga,” ujar Mahyunadi saat menghadiri peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ikatan Bidan Indonesia (IBI) ke-75 di Ruang Meranti Kantor Bupati Kutim, Sabtu (1/8/2026).

Ia menjelaskan, edukasi tersebut memiliki manfaat besar dalam menekan risiko kehamilan berisiko tinggi sekaligus membentuk keluarga yang lebih sehat dan berkualitas. Menurutnya, upaya tersebut juga menjadi bagian dari strategi jangka panjang pemerintah dalam meningkatkan kualitas generasi penerus di Kutim.

“Edukasi tersebut menjadi bagian penting dalam membangun keluarga yang sehat, menekan risiko kehamilan tinggi, sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia di masa mendatang,” ucap Mahyunadi.

Ia menambahkan, berbagai tantangan kesehatan yang dihadapi masyarakat saat ini membutuhkan tenaga kesehatan yang tidak hanya kompeten dalam pelayanan medis, tetapi juga mampu menjadi agen perubahan di tengah masyarakat melalui edukasi yang berkesinambungan.

Pria kelahiran 1972 itu berharap IBI terus memperkuat peran anggotanya sebagai mitra strategis pemerintah dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Melalui edukasi yang konsisten dan pendampingan kepada keluarga, para bidan diharapkan mampu melahirkan generasi Kutim yang sehat, cerdas, berkarakter, dan berdaya saing menuju Indonesia Emas 2045. (SL/ADV)

Loading

Leave A Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *