Kutai Timur — Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) mendorong para bidan untuk terus meningkatkan kompetensi melalui pendidikan dan pelatihan berkelanjutan. Upaya tersebut dinilai penting agar tenaga kesehatan mampu mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, serta menjawab kebutuhan pelayanan kesehatan yang terus berkembang.
Hal itu disampaikan Wakil Bupati Kutim, Mahyunadi saat menghadiri peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ikatan Bidan Indonesia (IBI) ke-75 di Ruang Meranti Kantor Bupati Kutim pada Sabtu (1/8/2026).
Menurut Mahyunadi, tantangan profesi bidan saat ini semakin kompleks. Selain memberikan pelayanan kebidanan, bidan juga dituntut mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi kesehatan dan berbagai persoalan kesehatan masyarakat yang terus berubah.
“Oleh karena itu, saya berharap seluruh insan kebidanan di Kabupaten Kutai Timur terus memperkuat kapasitas dan profesionalisme melalui pendidikan serta pelatihan berkelanjutan agar mampu mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan kebutuhan masyarakat yang terus berubah,” ujar Mahyunadi.
Sebagai bentuk dukungan, ia mengatakan pemerintah daerah (pemda) akan berupaya mengolaborasikan berbagai program beasiswa yang dimiliki pemerintah maupun perusahaan untuk mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) di bidang kesehatan.
“Silakan yang ingin meningkatkan ilmunya. Nanti coba kita kolaborasikan dengan beasiswa-beasiswa yang ada, baik dari pemerintah maupun dari perusahaan. Pemerintah punya program beasiswa, perusahaan juga memiliki beasiswa,” tutur Mahyunadi.
Ia menilai investasi pada sumber daya kesehatan merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Semakin tinggi kompetensi tenaga kesehatan, semakin besar pula peluang menghadirkan pelayanan yang profesional dan berkualitas hingga ke seluruh wilayah Kutim.
Pria kelahiran 1972 itu berharap kesempatan peningkatan kapasitas tersebut dapat dimanfaatkan sebaik mungkin oleh para bidan. Dengan kompetensi yang terus berkembang, bidan diharapkan mampu menjadi tenaga kesehatan yang profesional, adaptif terhadap perkembangan zaman, sekaligus menjadi mitra strategis pemerintah dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat daerah dengan slogan Tuah Bumi Untung Benua. (SL/ADV)
![]()







