Kutai Timur – Enam perusahaan perkebunan kelapa sawit di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menjadi sasaran awal pembentukan dan penguatan Komite Gender oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Kutim.
Program melalui Bidang Peningkatan Kualitas Hidup Perempuan tersebut dilaksanakan bersama Yayasan Solidaridad. Hingga kegiatan di PT Dinamika Prima Artha (DPA), Kecamatan Bengalon, Kamis (27/8/2026), tiga perusahaan telah menjadi bagian dari pelaksanaan program tersebut.
“Ini merupakan tahun pertama kami bekerja sama dengan Yayasan Solidaridad untuk membentuk dan menguatkan Komite Gender di perusahaan-perusahaan sawit di Kutim,” ujar Kepala Bidang Peningkatan Kualitas Hidup Perempuan DPPPA Kutim, Rosida, mewakili Kepala DPPPA Kutim Idham Cholid, di Bengalon, Kamis (27/8/2026).
Rosida menjelaskan, enam perusahaan tersebut menjadi sasaran program pada tahun ini. Setelah menjangkau tiga perusahaan, masih terdapat tiga perusahaan lainnya yang ditargetkan dapat diselesaikan pada Sabtu minggu tersebut.
Pembentukan Komite Gender diarahkan untuk mendorong perusahaan memiliki mekanisme internal yang dapat merespons berbagai persoalan terkait gender di lingkungan kerja. Komite juga diharapkan menjadi ruang untuk mengenali persoalan yang dihadapi pekerja perempuan maupun istri pekerja.
Program tersebut tidak berhenti pada pembentukan struktur organisasi. DPPPA Kutim bersama Yayasan Solidaridad juga akan melanjutkannya melalui audiensi dan lokakarya bersama perusahaan yang telah membentuk Komite Gender secara mandiri.
Perwakilan Yayasan Solidaridad, Martinus Martin, menilai keberadaan komite perlu diikuti pelaksanaan tugas dan fungsi secara nyata. Karena itu, kerja sama dengan seluruh pihak di perusahaan menjadi bagian penting dalam menjalankan peran komite.
“Semoga Komite Gender yang sudah terbentuk dapat menjalankan tugas dan fungsinya dengan penuh tanggung jawab, serta membangun kerja sama yang baik dengan seluruh pihak di perusahaan,” harap Martinus.
Ke depan, DPPPA Kutim bersama mitra berencana memperluas kolaborasi dengan lebih banyak perusahaan sawit. Langkah tersebut diharapkan memperkuat keberadaan Komite Gender sebagai bagian dari upaya membangun lingkungan kerja yang lebih aman dan inklusif bagi perempuan.
“Kami berharap tahun depan bisa lebih banyak lagi perusahaan yang diajak bekerja sama untuk membentuk Komite Gender,” kata Rosida. (IR/ADV)
![]()







