Kutai Timur – Peran tokoh agama dinilai penting dalam menjaga kerukunan sekaligus menghadapi berbagai persoalan sosial di Kabupaten Kutai Timur (Kutim). Penguatan peran tersebut menjadi salah satu perhatian dalam Rapat Koordinasi Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) se-Kutim Tahun 2026.
Rakor yang digelar Pemerintah Kabupaten Kutim bersama FKUB tersebut berlangsung di Ruang D’Lounge Hotel Victoria, Kamis (27/8/2026). Kegiatan mengangkat tema “Bersama FKUB dan Pemerintah Merawat Harmoni, Menguatkan Sinergi Menuju Kutai Timur Hebat.”
“Tidak ada agama apapun yang mentolerir penyalahgunaan narkoba. Pemerintah berharap para tokoh agama yang hadir dapat menyampaikan pesan ini kepada jemaah dan keluarga masing-masing,” ujar Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman di Sangatta, Kamis (27/8/2026).
Ardiansyah menyebut keberagaman suku, agama, dan budaya di Kutim merupakan modal sosial yang besar. Kondisi tersebut perlu dijaga bersama agar kehidupan masyarakat tetap kondusif dan harmonis.
Selain kerukunan antarumat beragama, pemerintah daerah juga menaruh perhatian terhadap persoalan sosial yang dapat memengaruhi kehidupan masyarakat. Karena itu, tokoh agama diharapkan turut menyampaikan pesan yang dapat memperkuat kepedulian di lingkungan keluarga dan jamaah.
Ketua Panitia Kasmir menjelaskan, pelaksanaan rakor berpedoman pada Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) baru, khususnya Pasal 300 hingga 305 mengenai dinamika permasalahan sosial dan keagamaan di masyarakat.
Ketua FKUB Kutim Ismaun Sirma mengatakan, FKUB Kutim yang berdiri sejak 2006 kini telah memasuki periode kelima. Dalam satu setengah tahun terakhir, FKUB Kutim juga telah menerbitkan rekomendasi pembangunan rumah ibadah, di antaranya Gereja Adven di kawasan Polder dan sebuah gereja di Sangatta Selatan.
Ke depan, FKUB Kutim akan melaksanakan rapat kerja pada tahun berikutnya. Kutim juga dijadwalkan menjadi tuan rumah Rakor FKUB se-Kalimantan Timur pada 2028.
“Tahun depan kita akan melaksanakan rapat kerja, karena pada 2028 Kutai Timur mendapat kehormatan menjadi tuan rumah Rakor FKUB se-Kalimantan Timur,” ungkap Ismaun.
Melalui rakor tersebut, Pemkab Kutim dan FKUB memperkuat kolaborasi lintas elemen untuk menjaga suasana daerah yang tetap aman, damai, dan rukun di tengah keberagaman masyarakat. (IR/ADV)
![]()







